Lowongan Pekerja Pangkalan Udara AS di Dover Picu Spekulasi Jumlah Korban Perang Iran

Pembukaan lowongan Personal Effects Specialist di Pangkalan Udara Dover AS pada 2 Maret 2026 menimbulkan pertanyaan publik terkait korban Perang Iran.

Pembukaan lowongan pekerjaan di Pangkalan Udara Dover, Amerika Serikat, memicu spekulasi publik terkait jumlah korban militer AS dalam Perang Iran yang sedang berlangsung. Lowongan untuk posisi "Personal Effects Specialist" yang tayang pada 2 Maret 2026 tersebut dihapus tak lama setelah menjadi viral di media sosial, demikian dilansir dari Detik iNET.

Pengumuman lowongan kerja paruh waktu ini muncul di situs pencari kerja populer seperti Indeed dan Glassdoor. Posisi yang ditawarkan secara spesifik bertanggung jawab untuk mengurus barang-barang pribadi tentara AS yang gugur di medan perang, sebelum dikembalikan kepada keluarga mereka.

Pangkalan Udara Dover dikenal sebagai fasilitas militer yang memiliki layanan pulasara jenazah tentara. Lokasi ini juga merupakan titik kedatangan pesawat kargo militer yang membawa peti jenazah prajurit yang meninggal di luar negeri. Bahkan, para Presiden AS kerap memberikan penghormatan terakhir di Dover saat ada pemulangan tentara yang gugur, seperti yang pernah dilakukan oleh Presiden Donald Trump saat insiden korban Perang Iran.

Aktivis politik AS, Rebekah Jones, melalui akun X-nya, menyoroti kejanggalan dalam kebutuhan personel tersebut. Ia menyatakan bahwa kebutuhan mendesak untuk pengurus barang pribadi tentara yang meninggal bukanlah pertanda baik bagi Amerika. Cuitannya berhasil menarik perhatian luas, dilihat 1,5 juta kali, dengan 646 komentar, 7.100 retweet, dan 15 ribu likes.

Publik mempertanyakan mengapa Pangkalan Udara Dover membutuhkan perekrutan tambahan untuk tugas tersebut jika, berdasarkan angka resmi pemerintah AS, hanya 13 tentara yang tewas dalam Perang Iran. Banyak warganet merasa bahwa jumlah korban yang tergolong kecil seharusnya dapat ditangani oleh personel yang sudah ada.

Salah satu netizen dengan akun @d_byersartist berkomentar, "Ini mestinya pekerjaan satu orang bukan sih? Ada yang mencurigakan." Sementara itu, akun @kreid533 menduga, "Mereka sepertinya menutupi jumlah sebenarnya dari kita."

Setelah menjadi viral dan memicu berbagai spekulasi, postingan lowongan kerja tersebut diketahui telah dihapus pada 5 Maret 2026, seperti yang diberitakan oleh Moneycontrol. Hingga saat ini, pihak militer AS belum memberikan komentar resmi terkait penghapusan lowongan pekerjaan paruh waktu yang sempat menyedot perhatian publik tersebut.

Recommended