BPKH Salurkan Uang Saku Jemaah Haji 2026 Sebesar Rp3,4 Juta

BPKH menetapkan uang saku jemaah haji 2026 sebesar Rp3,4 juta per orang untuk kebutuhan operasional selama di Arab Saudi.

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menetapkan besaran uang saku bagi jemaah haji reguler tahun 2026 sebesar SAR 750 atau setara Rp3,4 juta pada Selasa, 21 April 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan biaya hidup jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Sebagaimana dilansir dari Medcom, BPKH telah menyiapkan total dana mencapai SAR152.490.000 yang akan didistribusikan kepada 203.320 jemaah melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI). Pemberian uang saku ini bertujuan untuk mendukung operasional harian seperti konsumsi tambahan dan dana darurat.

Selain bekal dasar dari pemerintah, jemaah diprediksi memerlukan dana tambahan untuk mencukupi kebutuhan pribadi dan kesehatan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengestimasikan pengeluaran ekstra untuk keperluan pribadi berkisar antara Rp5 juta hingga Rp7 juta.

Biaya kesehatan juga menjadi komponen penting dengan perkiraan pengeluaran mencapai Rp2 juta, tergantung pada kondisi fisik masing-masing individu. Secara keseluruhan, total kebutuhan dana yang disarankan bagi setiap jemaah berada pada rentang Rp8,4 juta hingga Rp12,4 juta.

Estimasi Kebutuhan Dana Jemaah Haji 2026
Komponen Biaya Estimasi Nilai (Rupiah)
Uang Saku (BPKH) Rp3.400.000
Kebutuhan Pribadi Rp5.000.000 – Rp7.000.000
Kesehatan Rp2.000.000
Total Estimasi Rp8.400.000 – Rp12.400.000

Kementerian Haji dan Umrah Indonesia mengeluarkan panduan resmi yang mengimbau jemaah agar tidak membawa uang tunai dalam jumlah yang terlalu besar demi alasan keamanan. Penggunaan instrumen pembayaran elektronik menjadi opsi yang lebih disarankan selama berada di luar negeri.

Aturan mengenai pembawaan uang tunai juga merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/PMK.04/2018. Regulasi ini mewajibkan setiap individu melaporkan kepada petugas Bea Cukai apabila membawa uang tunai senilai Rp100 juta atau lebih, termasuk dalam mata uang asing.

Sebagai alternatif transaksi yang lebih praktis, jemaah dianjurkan memanfaatkan kartu ATM dengan logo internasional seperti Mastercard atau Visa. Langkah ini dipandang lebih aman sekaligus mempermudah proses penarikan dana sesuai kebutuhan saat berada di Arab Saudi.

Recommended